Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

09 Agustus 2011

Budaya Baru



Ketika mereka mulai peduli
Peduli pada kepentingan masing-masing
Bukan lagi pada kami
Tidak adakah sedikit nurani kau sisakan

Kita tak hidup dalam kelam
meski kini secercah cahaya pun nihil bagi kami
dimana kau sibuk memperkaya diri,

kau cabik harapan masa depan
nelangsa diri meratapi ketidak adilan
aku hanya rakyat biasa
di antara modernisasi dan budaya (KKN)
Negeri ini laksana mangkuk bundar di samudra
entah dimana haluannya...

Kejujuran sudah menjadi barang langka
"wani piro"...........?

untuk setiap hati yang teraniaya, bisikan keluhmu untuk sang Pencipta






03 Oktober 2010

Menantang Angin

Dan Ketika Hembusannya Menerpa Kulit

Kutatap dia dengan sedikit rindu dan nestapa

Sejauh mana dia mampu pergi, sekeras itu kumenerjang


Kutantang kau untuk hancurkan aku, dengan angkara dan segenap kuasa

aku... Tak goyah, tak setetespun keringat ini menetes untuk mundur

bahkan meski kelam mu menusuk dan  meremukkan tulangku, menguliti harapan...

Aku Masih Tak Bergeming, menunggumu, Aku bukan seperti dedaunan kering yang kau terbangkan senja sore yang telah lalu

suara derumu bukanlah pekik keras di telingaku, kau hanyalah setitik kecil hitam di dalam dunia Putihku



"Terinspirasi dari para orang tua yang tak berhenti menyerah, untuk kebebasan... untuk kesejahteraan..."

19 Mei 2009

Malam Yang Hilang




Aku kehilangan malam ku
Sesaat setelah tertawa riang

aku memaknai mimpiku dengan malamku
kemana angin lari bertiup membawa malamku

aku mencoba menelusuri sungai harapan
membelah hutan di mana ada lelap tidur, tak jua ku bersua

aku dan malam ku
setelah tersadar dari gelak tawa menggema
di sudut ruang tidur terserak bagai jasad yang hancur

di mana malamku, aku tak tahu lagi dimana, sedang aku tak bisa bermimpi
karena aku tak terlelap dan aku lupakan tidur, apa itu . . .

seketika aku lembali tersentak dengan sekelebat cahaya
aku benar-benar kehilangan malamku, kini pagi lagi . . .

sejuknya sudah menerpa nurani ku, aku masih penasaran di mana malam-malamku . . .
akankah malam menyongsong untukku, seperti hangatnya pelukan sang kekasih di dalam rindu yang tersirat namun tak pasti

Malam


By : Dhani_Yadi "Pengangguran Menulis Mimpi"

25 April 2009

Sepenggal Galah Bambu

Dan ketika senja itu ditepis malam.. bisikan angin menyapa
dalam hampa diantara sepinya jagad raya, berselimut gelap

mencekam, menambah nelangsa, membumbui derita
aku tersadar dari realita tak berujung

disebelahku pertentangan paradigma dan ideologi
dibelakangku saling melempar, dan menyeru "Kambing Hitam"

Kucoba melompati mimpi-mimpi idealisme... aku tak mau lari, mungkin hanya melompat
Tapi apa ini ? ? ? apa ini ditanganku ? ? ?

aku "Pengangguran Menulis Mimpi"
dengan menggenggam sepenggal galah bambu, . . . kutopang diri bepijak dengan kedua kaki diatas bumi...

aku tak mau menjadi palsu, dan "Maaf", aku bukan boneka "Bapak"
dan ketika semua kembali lagi, seperti harmoni siklus yang samar, Pagi datang lagi . . .

( Sepenggal Galah Bambu )

26 Maret 2009

Meski Datang Namun Tak Pernah Diserukan

Berlari diantara lolongan malam mencekam, terpaut sedih antara takdir
Hujan namun tak mendung, meski datang namun tak pernah diserukan.

Melihat mimpi bergelayut di pundak takdir, melihat malaikat ditengah senja..

Berlari dan dijalani tiada beda, toh akhirnya pecah juga riak airnya
mengayuh dalam angin, menerpa hidup di jembatan mimpi...

Aku pengangguran menulis mimpi tercabik asa, tercabik takdir...

Melayang bersama waktu, hanyut dalam arus nelangsa, namun itu indah...

01 Februari 2009

?????????????????

Aku mencoba lagi . . .

Ditengah mimpi dan idealisme . . .

Bangkit lagi dari tidur panjang, mencari makna kehidupan, mencoba meraih asa yang terbentang

Aku Perlu Tuhan, dan mungkin seseorang . . .

Tak mungkin kudapat bila tak dicari . . . kecuali takdir membelai dari balik bayang itu . . .

Aku tak sempurna . . . dan  rapuh untuk setiap sedih , , ,   

24 Desember 2008

Sapaan Sang Fajar

Ketika bias sang fajar datang . .
diantara embun yang saling berkejaran
bergelayut di punggung hijau para daun

sapaan sejuk sang fajar, bukti kuasa Mu wahai Pencipta
indah, namun banyak dilewatkan manusia
yang terlena dengan buaian mimpi semu

aku ingin menjadi makna, bukan sekedar ilusi
ketika sapaan mu terasa, meski hanya sebentar
kau pergi lagi pamit untuk berganti siang,

namun kau selalu datang, hingga nanti mautku
aku ingin melihatmu selalu dalam keindahan
dalam kedamaian yang menyejukkan hati

meski tak selalu ku bisa menyongsongmu . . .
tapi ku tahu, kau tak pernah ingkar
kau kan selalu datang, hingga akhir. . .

akhir yang telah dijanjikan-Nya
Terima kasih sang Fajar, karena kau selalu mengingatkan manusia
pada kebesaran-Nya

04 Desember 2008

Puisi Inspirasi Dan . . .

Tak ada, dicari. Ada seperti mimpi
Mengagumi untuk hati, penghayatan nurani
Bukan semu, bukan fatamorgana
Klasik, nyata, ada... Seperti daun talas berembun
Bagai siluet fajar antara bibir sang langit

Terpana, karena tak biasa...
Terkejut, karena nyata
Tiada perlu rasanya lisan berucap
Cukup hati menggumam, dalam...

Bersama angin kujemput bayangnya
Dengan air, cermin harapku...
Mungkin...atau tidak sekalipun
Penyakit itu merusak pikirku
Penyakit itu memompa inspirasi
Dalam dahaga aku bertahta
Patah, tapi tak rusak
Kini bersinar, kupinta seberkas cahayanya
Dan... Lamunanku bersama...

30 November 2008

Suara Deru Cinta

Ketika deru sahaja rindu menerpa
Diantara relung hati sembilu benci
Teman sepi dilema mimpi...
Mencari...tapi tak ada.
Kemudian menari datang bersama metafora hati
Apa itu suara cinta
Terdengar lirih menabuh rasa
Anginnya sejuk bagai telaga surga
Dan matahari mulai melirik
Sembari bercengkrama dengan mega yang riang
Suara deru cinta
Untuk hati yang lembut
Untuk sebuah paras yang santun
Untuk senyum yang indah
Tak akan meninggalkan, selalu terkenang
Semua hanya untuk satu nama
Untuk sesosok diva ****

17 November 2008

Aku dan Keyboard

Aku yang tak pandai menulis,
terdiam dalam sepi prahara hati,
ketika pena tergadai untuk ekonomi
ketika kejayaan telah meraja

aku yang tak bisa menulis, hanya terpaku
jari terdiam diatas tuts papan tombol abjad

apa ini, akankah dunia kan bisa berubah dengan sebuah diplomasi
ketika silau monitor mulai menggangu pikirku, tersentak aku dari lamunan

tak ada penundaan lagi untuk keadilan kaum lemah
perjuangkan keadilan dengan pena mu...
dengan keyboard usang berdebu namun setia
dengan keterbatasan alam pikirku

aku bodoh, tapi cukup padaku . . .
jangan kepada mereka, generasi tak berdosa.

ketika kata mulai meracun asa
yakin kini ku tak ada yang tak bisa
semua mungkin jika dikehendaki-Nya

aku dan keyboardku yang tak sempurna
semoga kami tak berhenti, seperti deru senapan para pejuang Bangsa ku

Merdeka atau mimpi,
seperti halnya keadilan Bukanlah Mimpi . . .

kejarlah hai pemuda . . .

26 Juli 2008

Mati Diatas Matahari

Diatas langit kau terang dimana mencari kau dalam
Tepat samping jiwa, hati menerawang mimpi tak pasti
menelan asa, resah terbuang,,,

Aku Mati Diatas Matahari
Terik tapi tak sepadan derita ini..
panas tapi tiada menyentuh kulit ini.........

penantian dan harapan semu
semu, semua hanya fatamorgana...
untuk jiwaku
untuk yang mati diatas matahari

aku dan semua yang berbeda....
yang memperoleh mimpi tak pasti,,,'

memperoleh ketidak sempurnaan''
tak bisa lagi menjerit
kupilih Mati Diatas Matahari

By Dhani_Yadi

13 Juli 2008

Litle Star


Model : Miss Dina






Untuk Seseorang...

Ketika kegelapan selimuti malam
bahtera awan pun lari bersembunyi,...

ketika sunyi sepi mencekam
dan dingin merasuk hingga meracuni tulang belulang

di atas sana... ketika rembulan pergi bersembunyi...
ada seberkas sinar redup namun penuh arti

awalnya memang redup, tapi bintang kecil itu sesungguhnya terang
dialah yang memberi kedamaian untuk hati yang nelangsa

meski tanpa diminta, meski bintang itu tidak dimiliki,
senyumnya memberi kehangatan.. untuk setiap hati yang terjerat angkara

untuk hati yang merana dan untuk yang tersia - sia...
kemana harus mencari..

mencari separuh diri yang tersesat...
memanggil hati yang terikat rindu...

untuk bintang kecil yang selalu menerangi malam - malam ku
kupertanyakan kepada Tuhan dapatkah ku membawa pulang bintang kecil itu...

agar bahagia kiranya dunia dengan hadirnya...
dan tak ada lagi kekosongan jiwa..

apalah daya...
semoga semua tidak meninggalkan prahara dan sia - sia

By Dhani_Yadi

10 Juli 2008

Kenapa





Kenapa datang ketika sepi
mesti hidup kembali mati
terbelenggu rasa terjerat sepi...

tak harus kini kau ada
rasa ini membuat prahara
harusnya tak ada

karena cinta itu mematikan
membuat rusak setiap pikiran
membelenggu jiwa di tempat terdalam
ketika manusia terpisah jiwa

harusnya kau tak datang
seandainya bisa ku menyuruhmu pulang, menjauh...

02 Juli 2008

Mengharap Mu



Saat sang malam menghampiri, saat gelap selimuti jiwa
dan sang burung mulai kembali mencari jati diri . . .
antara ranting dan dedaunan gersang

saat jendela mulai pergi berpamitan . . .
kosong terasa begitu mencekam, merindu engkau hai diva malam
menyiksa diri dalam sejuta kerinduan . . .
merasuk akal mengacaukan pikiran .

kenapa cinta ini terlalu menyiksa, haruskah ku menyapanya dengan harapan belaka
inilah derita tak berujung . . .

namun sadari derita tak selamanya menyakiti
ku bahagia mencintamu, dari balik dinding tembok kamar ini
meski suara hati ini mungkin terlalu pelan

namun angin malam sanggup tuk sampakan ini . .
suara hati dari cinta terpendam

hanya ingin untuk kau tahu . . .
semakin lama semakin cinta ini menyiksaku
namun ku bahagia

by Dhani_Yadi
Untuk yang lagi jatuh cinta semoga bisa membantu, syukur-syukur bisa jadian, he . . he . .

Kemana Cinta



Ketika mata mulai tergoda
mencari makna dalam telaga
lirih, perih antara jeritan putus asa
kemana pergi sang Cinta
tinggalkan luka hati, merana, nelangsa

diantara daun kering kumeraba, menelusuri hidup
menerka bencana, menatap mega malam. . .
sepi sunyi dalam nestapa

mati, mati dalam mimpi, bersama fajar tanpa harapan
menari dengan impian tiada pasti
mencoba mencuri senyum dari melati

kemana Cinta engkau pergi, ketika hati mulai bernyanyi
ketika harapan bertaut rindu. . . . . . . . .


Untuk setiap relung hati diantara kita yang sedang nelangsa
by Yadi_Dhani