Dan Ketika Hembusannya Menerpa Kulit
Kutatap dia dengan sedikit rindu dan nestapa
Sejauh mana dia mampu pergi, sekeras itu kumenerjang
Kutantang kau untuk hancurkan aku, dengan angkara dan segenap kuasa
aku... Tak goyah, tak setetespun keringat ini menetes untuk mundur
bahkan meski kelam mu menusuk dan meremukkan tulangku, menguliti harapan...
Aku Masih Tak Bergeming, menunggumu, Aku bukan seperti dedaunan kering yang kau terbangkan senja sore yang telah lalu
suara derumu bukanlah pekik keras di telingaku, kau hanyalah setitik kecil hitam di dalam dunia Putihku
"Terinspirasi dari para orang tua yang tak berhenti menyerah, untuk kebebasan... untuk kesejahteraan..."