17 November 2008

Aku dan Keyboard

Aku yang tak pandai menulis,
terdiam dalam sepi prahara hati,
ketika pena tergadai untuk ekonomi
ketika kejayaan telah meraja

aku yang tak bisa menulis, hanya terpaku
jari terdiam diatas tuts papan tombol abjad

apa ini, akankah dunia kan bisa berubah dengan sebuah diplomasi
ketika silau monitor mulai menggangu pikirku, tersentak aku dari lamunan

tak ada penundaan lagi untuk keadilan kaum lemah
perjuangkan keadilan dengan pena mu...
dengan keyboard usang berdebu namun setia
dengan keterbatasan alam pikirku

aku bodoh, tapi cukup padaku . . .
jangan kepada mereka, generasi tak berdosa.

ketika kata mulai meracun asa
yakin kini ku tak ada yang tak bisa
semua mungkin jika dikehendaki-Nya

aku dan keyboardku yang tak sempurna
semoga kami tak berhenti, seperti deru senapan para pejuang Bangsa ku

Merdeka atau mimpi,
seperti halnya keadilan Bukanlah Mimpi . . .

kejarlah hai pemuda . . .

3 komentar:

  1. ya, kejar, tapi jangan main kejar-kejaran^

    salam kenal nih

    BalasHapus
  2. boleh juga puisinya :D

    heeh, mun maen kejar - kejaran kada lawas maen keroyokan pulang wehehehe

    BalasHapus
  3. JAngan main kejar2 an dan jangan keroyokan yaaaaaa

    BalasHapus