Aku yang tak pandai menulis,
terdiam dalam sepi prahara hati,
ketika pena tergadai untuk ekonomi
ketika kejayaan telah meraja
aku yang tak bisa menulis, hanya terpaku
jari terdiam diatas tuts papan tombol abjad
apa ini, akankah dunia kan bisa berubah dengan sebuah diplomasi
ketika silau monitor mulai menggangu pikirku, tersentak aku dari lamunan
tak ada penundaan lagi untuk keadilan kaum lemah
perjuangkan keadilan dengan pena mu...
dengan keyboard usang berdebu namun setia
dengan keterbatasan alam pikirku
aku bodoh, tapi cukup padaku . . .
jangan kepada mereka, generasi tak berdosa.
ketika kata mulai meracun asa
yakin kini ku tak ada yang tak bisa
semua mungkin jika dikehendaki-Nya
aku dan keyboardku yang tak sempurna
semoga kami tak berhenti, seperti deru senapan para pejuang Bangsa ku
Merdeka atau mimpi,
seperti halnya keadilan Bukanlah Mimpi . . .
kejarlah hai pemuda . . .
ya, kejar, tapi jangan main kejar-kejaran^
BalasHapussalam kenal nih
boleh juga puisinya :D
BalasHapusheeh, mun maen kejar - kejaran kada lawas maen keroyokan pulang wehehehe
JAngan main kejar2 an dan jangan keroyokan yaaaaaa
BalasHapus