01 Desember 2008

Kitab Suci Islam Bukan Lagi Al Qur'an

Kata diatas sudah hampir menjadi realita, ditengah era globalisasi penuh kesesatan sekarang ini. Banyak di antara saudara seagama kita yang sudah lama terlupa kepada tuntunan kehidupan, sekaligus gudang ilmu yang diwariskan Rasul S.A.W. Kepada kita. Banyak Al Qur'an yang tergeletak berselimut debu, di rak atau meja bahkan diletakan di atas lemari sebuah fenomena yang sungguh membuat hati menjerit. Na'udzubillah. Mengaji, mengapa mengaji? Apa itu mengaji? Dalam konteks yang berhubungan dengan Al Qur'an adalah. Membaca dengan seksama, menghayati, memahami serta mengamalkannya guna memperoleh keselamatan dunia akhirat. Rasanya Penulis sendiri telah lama tidak melaksanakan ibadah penuh manfaat tersebut,entah berapa bibit dosa yang telah penulis semai untuk mendapatkan hadiah pelesir ke neraka. Semoga penulis dan semua saudara sesama muslim mendapatkan pengampunan atas segala dosa yang diperbuat serta diberi taufiq dah hidayah untuk senantiasa berpegang teguh pada tali agama Allah... Amin ya Robbal Alamin

2 komentar:

  1. Amien....semoga tulisan ini juga membuka mata hati buat yang membacanya.
    btw, keren nih blognya...he..he..

    BalasHapus
  2. Amien juga, ya orang kan cari kenikmatan, lha karena belum mengalami, atau mendapatkannya kenikmatan dalam membaca/menggeluti/mendalami makna Al Qur-an lalu cari ke yang lain. Tapi cobalah dengan memohon bimbingan Allah (bukan manusia/guru)kita akan mengalami nikmatnya mendapat sinar kehidupan dari Al Qur-an. Ya coba dong, Allah kan dekat, lebih dekat dari urat leher kita? Tidak tahu arab, ya terjemahnya karena Al Qur-an (hakekatnya) membawa rahmat, yaitu kebaiakan yang abadi.

    BalasHapus