Tak ada, dicari. Ada seperti mimpi
Mengagumi untuk hati, penghayatan nurani
Bukan semu, bukan fatamorgana
Klasik, nyata, ada... Seperti daun talas berembun
Bagai siluet fajar antara bibir sang langit
Terpana, karena tak biasa...
Terkejut, karena nyata
Tiada perlu rasanya lisan berucap
Cukup hati menggumam, dalam...
Bersama angin kujemput bayangnya
Dengan air, cermin harapku...
Mungkin...atau tidak sekalipun
Penyakit itu merusak pikirku
Penyakit itu memompa inspirasi
Dalam dahaga aku bertahta
Patah, tapi tak rusak
Kini bersinar, kupinta seberkas cahayanya
Dan... Lamunanku bersama...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar