Ketika bias sang fajar datang . .
diantara embun yang saling berkejaran
bergelayut di punggung hijau para daun
sapaan sejuk sang fajar, bukti kuasa Mu wahai Pencipta
indah, namun banyak dilewatkan manusia
yang terlena dengan buaian mimpi semu
aku ingin menjadi makna, bukan sekedar ilusi
ketika sapaan mu terasa, meski hanya sebentar
kau pergi lagi pamit untuk berganti siang,
namun kau selalu datang, hingga nanti mautku
aku ingin melihatmu selalu dalam keindahan
dalam kedamaian yang menyejukkan hati
meski tak selalu ku bisa menyongsongmu . . .
tapi ku tahu, kau tak pernah ingkar
kau kan selalu datang, hingga akhir. . .
akhir yang telah dijanjikan-Nya
Terima kasih sang Fajar, karena kau selalu mengingatkan manusia
pada kebesaran-Nya
lawas kada nulis, bebaya nulis langsung dalam kaya ini sidin :D
BalasHapuswah .. aku lama ga bikin postingan seperti postinganmu ..
BalasHapushe he he
membuka hati dan jiwa...
BalasHapusgak baca posting kok langsung koment ya... hihihihi