24 Desember 2008

Sapaan Sang Fajar

Ketika bias sang fajar datang . .
diantara embun yang saling berkejaran
bergelayut di punggung hijau para daun

sapaan sejuk sang fajar, bukti kuasa Mu wahai Pencipta
indah, namun banyak dilewatkan manusia
yang terlena dengan buaian mimpi semu

aku ingin menjadi makna, bukan sekedar ilusi
ketika sapaan mu terasa, meski hanya sebentar
kau pergi lagi pamit untuk berganti siang,

namun kau selalu datang, hingga nanti mautku
aku ingin melihatmu selalu dalam keindahan
dalam kedamaian yang menyejukkan hati

meski tak selalu ku bisa menyongsongmu . . .
tapi ku tahu, kau tak pernah ingkar
kau kan selalu datang, hingga akhir. . .

akhir yang telah dijanjikan-Nya
Terima kasih sang Fajar, karena kau selalu mengingatkan manusia
pada kebesaran-Nya

3 komentar:

  1. lawas kada nulis, bebaya nulis langsung dalam kaya ini sidin :D

    BalasHapus
  2. wah .. aku lama ga bikin postingan seperti postinganmu ..

    he he he

    BalasHapus
  3. membuka hati dan jiwa...

    gak baca posting kok langsung koment ya... hihihihi

    BalasHapus