Malam itu sepasang kaki melangkah gontai disinari sang dewi malam. Dia pulang namun sekali ini bukan dengan mimpi yang dulu dan bukan untuk Bunga.
Dia tahu cinta Bunga bukan untuknya lagi, bahkan tiada lagi dia peduli apakah Bunga masih dapat mekar lagi, baginya Bunga telah layu.
Berat memang ujian untuk sang Mimpi, dia bukanlah Mimpi yang dulu, dimana kemudahan dan kejayaan berteman dengannya.
Bunga tak memiliki jiwa dari Cinta namun hanya memiliki aromanya saja. Hingga ketika angin bertiup maka hilanglah wangi itu.
Mimpi kini laksana seorang pesakitan, setelah tersesat dalam lorong pengangguran, terjebak dalam perangkap kebangkrutan dan memperoleh hadiah cacat fisik mungkin inilah yang membuat Bunga pergi.
Mimpi tetap tersenyum dan selalu berusaha membuat semua teman tersenyum. Mimpi tahu dia masih memiliki para adik yang bijak dan teman yang santun. Dan Mimpi tahu mungkin saat dirinya terpuruk entah siapa yang mau meniupkan lagi seruling angin kasih, itu tak bisa terjawab dan sebuah rahasia.
( Kembali 3 )
emmmmm.......^%#$#$@&#^@#%@&*^#%@^%# ..(BINUN)
BalasHapusBunga penghianat Cinta hanya menebar aroma wangi...menebar sukma lantas pergi entah kemana..
BalasHapussore om....
BalasHapusmakin matang aja tulisannya.stiker 369 nya udah aku tempel di lemari.jd bisa promosiin ke temen2 yang main ke kost.hehe..
rahasia itu ada di putik sari dan madunya
BalasHapus