April 2009, Ketika dia menyibak tirai kelam sejarah hidupnya, dia mendapat jawaban, kealfaan dirinya terhadap Sang Pencipta selama ini telah menjadi bumerang baginya, dia sadar, tak ada sesuatu yang terjadi begitu saja tanpa sebuah sebab.
Pagi itu, diantara batang pohon mangga yang gersang dia menyandarkan pundaknya, dia teringat, berapa tahun silam pohon mangga ini adalah pohon yang subur dan senantiasa memberikan buah terbaiknya, namun kini, yang diberikannya hanyalah daun kering yang senantiasa berjatuhan di atas tanah.
Tersadar akan sebuah realita, dia mencoba bangkit mencari makna hidupnya, mencoba membenahi kusutnya, namun kini ada satu hal yang begitu indah hadir menemaninya.
Dia tahu, bukan saatnya untuk serakah dan terlalu dini untuk memiliki, karena dia tahu, Tuhan akan memberikan kesempatan, dan akan dijawab oleh waktu
To be continue . . .
besambung-sambung, jadi kena ja komentarnya mun dah tuntung
BalasHapusane umpat komen di atas. he..he...
BalasHapusmauxxxxxxxxxxx........ bersambung kaya film ha.....
BalasHapusumpat jua wan buhannya, :D, kena z mund dah tuntung kisahnya.... x(
BalasHapusWah nyambung trus deh critanya, lun tgg ending nya deh :)
BalasHapusYang lain pada negatif, hehehe, bang novi.endingnya tu ada pas ane mati, baru...
BalasHapusx( kaya senetron ja lagi besambung muar aku hehe:))
BalasHapusAyah menanti dengan sabar...kelanjutannya....kayaknya ujung-ujungnya menyedihkan na...
BalasHapussaya Ikut Ayah aja, sabar, tidak memberi komentar payah seperti para pemuda diatas, kasihan sekali mereka tidak mengerti seni
BalasHapus@ ayah dan Ridwan : Thanks udah mau nunggu sambungannya, yah kreatifitas sarat dengan kritik...
BalasHapus