Dan ketika senja itu ditepis malam.. bisikan angin menyapa
dalam hampa diantara sepinya jagad raya, berselimut gelap
mencekam, menambah nelangsa, membumbui derita
aku tersadar dari realita tak berujung
disebelahku pertentangan paradigma dan ideologi
dibelakangku saling melempar, dan menyeru "Kambing Hitam"
Kucoba melompati mimpi-mimpi idealisme... aku tak mau lari, mungkin hanya melompat
Tapi apa ini ? ? ? apa ini ditanganku ? ? ?
aku "Pengangguran Menulis Mimpi"
dengan menggenggam sepenggal galah bambu, . . . kutopang diri bepijak dengan kedua kaki diatas bumi...
aku tak mau menjadi palsu, dan "Maaf", aku bukan boneka "Bapak"
dan ketika semua kembali lagi, seperti harmoni siklus yang samar, Pagi datang lagi . . .
( Sepenggal Galah Bambu )
Pertamaxxxxxxxxxxxxxxxx.........
BalasHapusnapa pilang ni'...
ngalih diartiakn am... :D
Dengan bermodalkan sepenggal galah bambu, buat bagaimana kita bisa menghasilkan sesuatu yg besar
BalasHapus:~lebay jua sekalinya:))
BalasHapussebenarnya ini puisi cinta tapi di tutupi dengan kata2 lain
BalasHapusSbenarnya saya setuju sama soul
BalasHapusManusia bukan katak yang pandai melompat.
BalasHapusNamun katak bisa menjadi manusia dengan berjalan seperti manusia.
Tapi tidak mungkin manusia dan katak melompat bersama.
*bagus kan puisi ane* :))
Ternyata yang paling pintar disini adalah saudara rizal yang bisa memaknai puisi ini, uyang lain belajar lagi ya..... kasian hehehehe, salut Bro Rizal
BalasHapusselama masih bisa berjalan tidak salah bila bermimpi, karena mimpi menjadi arah jalan kita
BalasHapuskeren blog sama desain bajunya...
BalasHapusSalam kenal pak ^^!
BalasHapusKalau mau cari hotel murah di Bali, silahkan menghubungi kami di 0361 7982865.
Best regards;
Suparta
mo perang melawan penjajah ya,mas?
BalasHapusCuz pake bambu segala...! :))
Sekarang jaman moden loh...pake pistol or bom aja.
:D
baguss...
BalasHapus:o
BalasHapusterharu