25 Mei 2009

Blog Aku ( Dhani_Yadi ) Difatwa Haram




Setelah ramai menjadi pemberitaan di berbagai media massa dan media cetak tentang fatwa haram terhadap situs jejaring sosial "Facebook" yang konon katanya difatwa haram, maka muncul beragam pendapat dan opini mengenai topik hangat tersebut, namun aku tidak ingin membahas hal tersebut dalam tulisan kali ini, melainkan mengenai blog pribadiku yang juga tidak menutup kemungkinan akan difatwa haram, tentunya apabila mengandung konten pornografi maupun fitnah serta beragam hal yang bisa merugikan pihak lain, akan tetapi ada yang lebih penting yang bisa membuat blog miliku ini mendapatkan predikat haram, tentunya bukan karena konten, tetapi karena pelanggaran terhadap hukum "Menyelesaikan" yang berlaku di dalam area blog ku yang mewajibkan setiap pengunjung membaca dan memberikan komentar terhadap apa yang telah mereka baca, meskipun haram yang di maksudkan disini adalah haram yang berlaku di kalangan blogger tentunya, yang bermanfaat untuk saling menambah teman dan kenalan untuk hal - hal yang bermanfaat dari sekedar berteman, berbisnis, bertukar ilmu pengetahuan bahkan hal yang lebih kepada perasaan, terlepas dari beberapa manfaat yang nantinya akan terlewatkan apabila anda tidak meninggalkan "jejak" anda di blog saya yang kumuh ini, saya beharap kita dapat menjalin tali silaturahmi, dan saling mengencangkan tali celana masing-masing (salah). Saya juga memberikan kesempatan untuk setiap pengunjung untuk meninggalkan link pada kolom link exchange yang telah saya sediakan, pada sidebar di sebelah kiri dan untuk semua yang telah berkunjung dan memberikan komentar saya ucapkan terima kasih banyak dan semoga tidak bosan untuk saling berseru "Blogger Untuk Persaudaraan".

19 Mei 2009

Tulislah Apa Yang Kau Pikirkan


Seorang teman berbicara, "Tulislah Apa Yang Kau Pikirkan", sepertinya ungkapan tersebut bukanlah hal yang asing di telingaku, tapi kata - kata tersebut adalah sebuah hal yang masuk ke dalam logika ku, karena selama ini kita selalu direpotkan dengan kesibukan "Memikirkan Apa Yang Ingin Kita Tulis", ungkapan sederhana tersebut merupakan sebuah tips jitu untuk memulai menuliskan sesuatu untuk menciptakan sebuah karya, hal lain yang tidak kalah penting adalah "Tempatkan Diri Anda Sebagai Pembaca", biarkan naluri anda menuntun anda dalam menciptakan karya, jangan terpaku dulu dengan beberapa hal formal yang nantinya akan membatasi ruang gerak anda dalam berkarya, lambat laun andapun akan memahami hal-hal tersebut, karena pada dasarnya perlu adanya "trial and error" dalam sebuah proses pembelajaran sekaligus penciptaan, terlepas dari itu semua, jangan pernah malas dan ragu untuk belajar, bacalah lebih banyak dari yang pernah anda baca sebelumnya, maka anda nantinya akan mendapatkan jiwa dari kaya anda, selain itu gaya anda dalam memaparkan juga akan terbentuk secara alami seiring berjalannya waktu, dan jangan pernah bosan untuk bertanya dan belajar kepada orang-orang yang profesional.

( Cuma Sharing Nih, Soalnya Sepertinya Itu Penting )

Malam Yang Hilang




Aku kehilangan malam ku
Sesaat setelah tertawa riang

aku memaknai mimpiku dengan malamku
kemana angin lari bertiup membawa malamku

aku mencoba menelusuri sungai harapan
membelah hutan di mana ada lelap tidur, tak jua ku bersua

aku dan malam ku
setelah tersadar dari gelak tawa menggema
di sudut ruang tidur terserak bagai jasad yang hancur

di mana malamku, aku tak tahu lagi dimana, sedang aku tak bisa bermimpi
karena aku tak terlelap dan aku lupakan tidur, apa itu . . .

seketika aku lembali tersentak dengan sekelebat cahaya
aku benar-benar kehilangan malamku, kini pagi lagi . . .

sejuknya sudah menerpa nurani ku, aku masih penasaran di mana malam-malamku . . .
akankah malam menyongsong untukku, seperti hangatnya pelukan sang kekasih di dalam rindu yang tersirat namun tak pasti

Malam


By : Dhani_Yadi "Pengangguran Menulis Mimpi"

18 Mei 2009

Kenapa Saya Harus Jadi Presiden


Jujur sebenarnya saya tidak berkeinginan untuk terjun dan bersaing dalam belantara politik di Indonesia, meskipun beberapa kali saya merasa "pernah" kecewa terhadap pemerintah, namun tidak semua kesalahan ditimpakan kepada seorang Presiden, saya hanya orang biasa, masih belum pantas untuk menjadi seorang Presiden. Tapi menurut saya hal tersebut tidak bisa saya hindari, saya harus bisa menjadi seorang Presiden, mempunyai kekuasaan dan wibaya, mempunyai wewenang untuk mengatur dan bertanggung jawab terhadap segalanya sesuai koridor hak dan kewajiban saya. Akhirnya saya memutuskan dengan penuh keyakinan bahwa saya akan maju, dan saya memang harus menjadi Presiden, menjadi Presiden untuk diri saya, menjadi Presiden untuk segala hal yang perlu saya atur demi kemajuan diri saya, menjadi Presiden untuk segala bidang bisnis yang saya geluti, Karena kepemimpinan untuk diri sendiri dan emosi itu penting, Terima Kasih, Sekian, Wassalam ( Jadi Kaya Pidato )

13 Mei 2009

Dari Lensa & Pengangguran Menulis Mimpi

Celah Jendela Sang Perahu Motor
Perahu Motor Berpayung
Tunggu Kami Kembali Lagi
Bocah Menyongsong Daratan
Mereka Yang Siap Berpacu Melawan Gelombang

10 Mei 2009

Rani Juliani, Kasus Antasari Azhar dan Blog

Rani Juliani, perempuan penyuka film James Bond dan lagu-lagu bertema cinta yang dilahirkan beberapa bulan lebih awal dari saya ini mungkin tidak pernah menyangka apa yang akan terjadi dengan hidupnya, namun saya tidak akan membahas masalah tersebut disini, melainkan lebih kepada blog dan popularitas pemiliknya.

Perempuan yang pernah berkuliah di STMIK RAHARJA atau lebih sering disapa akrab dengan Green kampus ini menjatuhkan pilihan untuk membuat blog beberapa tahun yang lalu memanfaatkan fasilitas dari blogspot, mungkin dari awalnya dirinya tiada pernah menyangka bahwa suatu saat yang akan datang akan memiliki blog dengan ribuan pengunjung, berikut ini adalah screen shoot halaman profil Rani di Blogspot.



Di blogspot rani memiliki dua buah blog antara lain yaitu, Rani Juliani Site Raharja dan RANI ZonE's namun dengan keadaan yang jarang di up-date hal ini bisa dilihat dari minimnya posting serta pemeliharaan dan desain template yang masih standar saja. Memang Rani tidak pernah memimpikan mempunyai blog yang dipenuhi dengan ribuan pengunjung, meskipun pada salah satu blognya Rani berharap kepada setiap pengunjung yang datang untuk meninggalkan komentar

tampaknya blog ini lah yang menjadi pilihan Rani untuk mencurahkan isi hatinya, terlihat konsep blog yang dimilikinya lebih kepada sebuah catatan-catatan pribadi. meskipun begitu blog diatas lebih beruntung daripada blog Rani lainnya yang jelas sekali masih perawan tanpa ada satu postingan disitu, seperti yang terlihat di bawah ini

Namun semuanya bukanlah sebuah tolak ukur untuk menilai kepopuleran sebuah blog, karena blog tersebut dapat menjadi populer karena kepopuleran pemiliknya, beberapa tahun lalu saat membuat blog tersebut mungkin Rani tidak pernah memimpikan ribuan pengunjung datang mengunjunginya, tapi sekarang semenjak menjadi selebriti dadakan terkait kasus pembunuhan yang juga menyeret Ketua KPK Non Aktif ke dalam dinginnya tembok penjara, blog Rani seketika menjadi populer, beragam komentar datang di blog tersebut dari yang sekedar iseng berkunjung, ingi mengenal lebih jau siapa Rani, mendukung Rani, mencemooh, serta memasang ilan dadakan. Ternyata teori tentang kepopuleran sebuah blog karena konten maupun manfaat sebuah blog yang selama ini kita serap telah dipatahkan oleh realita blog Rani, dalam waktu singkat blog Rani telah menyedot ribuan pengunjung seperti terlihat pada gambar di bawah ini

Rani - Rani sekarang kamu bukan hanya jadi rebutan di dunia nyata tapi blogmu pun menjadi rebutan untuk dikunjungi, selamat . !!!

04 Mei 2009

Sebuah Pekerjaan & Titel Pengangguran

Satu tahun sudah diriku melewati hari dengan menyandang gelar Amd ( Ahli Madya ) jurusan Teknik Mesin Otomotif lulusan POLIBAN, tercatat sudah 3 kali pula aku berganti pekerjaan, namun sekarang aku memutuskan untuk kembali kuliah dengan mengambil jurusan ekonomi Akuntansi ( Ekstensi Ekonomi Unlam Banjarmasin ) dengan konsekuensi menjalaninya dari awal tapi dengan umur yang sudah tua, 22 tahun. Dari beberapa perusahaan yang pernah kujadikan sumber penghasilanku untuk sekedar menyambung hidup ( Sebelum 369shop berdiri, waktu itu aku masih mengelola Sm@rt COMPT dan LEMPO CO. ) beragam pengalaman kudapatkan, sehingga diriku mengetahui bahwa idealisme adalah sebuah tolak ukur kualitas prinsip seorang lelaki, dimana pada saat idealisme tentang kebenaran, kedispilinan dan kejujuran yang merujuk pada norma dan etika merupakan hal penting dan memiliki korelasi terhadap keimanan dan halal tidaknya rezeki yang kuperoleh.

Berangkat dari kegundahan hati dan beragam alasan tersebut aku mencoba untuk menerobos dunia kerja dan memilih hengkang serta memulai sebuah lembaran baru dengan membuka usaha kecil pribadi dimana aku bisa menjadi seorang manajer untuk diriku pribadi, meski aku harus mendapatkan titel PENGANGGURAN, aku sendiri tidak pernah merasa memiliki pekerjaan, akupun tidak ingin merasa pusing dengan ketakutan akan omongan para teman, para perempuan yang aku sukai bahkan para ibu dari semua mantan pacar yang menuntut seseorang yang mapan yang dinilai dari sebuah NIP atau PEGAWAI (PNS/SWASTA), atau sekedar pertanyaan mau diberi makan apa anak istri.

Aku merasa pengangguran dan aku senang akan hal itu, sehingga semua target serta rahasia masa depan yang sedang kurancang hanya aku dan Allah yang mengetahuinya, aku merasa bersyukur (“Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji QS. Luqman 31:12) berkat titel PENGANGGURAN MENULIS MIMPI yang kusandang aku memiliki semangat baru, semangat untuk kembali bekerja, meski kutahu 369shop ku kini sedang memerlukan perhatian, tapi kucoba untuk membagi waktuku dengan tujuan baruku, karena keberhasilan seorang wirausahawan mungkin hanya dinilai dengan kemewahan dan materi yang dimilikinya, akupun hingga saat ini tidak pernah merasa memiliki pekerjaan, 369shop ku yang pada awalnya hanya bergerak di bidang FASHION kini sudah mulai mencoba untuk menggeliat di bidang KULINER ( BATAGOR 369 ), semoga saja untuk selanjutnya akupun bisa mewujudkan cita-cita untuk menambah beberapa armada angkutan untuk kemudian membuka usaha pengiriman barang lewat darat melayani rute Kal-Sel dan Kal-Teng, karena selama ini karena keterbatasan armada yang ada hanya bisa disewakan pada para pemilik usaha pengiriman barang yang telah ada.

Pengangguran Menulis Mimpi, rangkaian kesibukan dan kegundahan yang menyelimutiku kini mulai mengusik otak ku dan menggerakkan hati untuk kembali mendapatkan titel Pegawai ( swasta / negeri menurutku tak ada bedanya ), sekarang kudapatkan lagi semangat ku untuk bekerja dengan perusahaan orang, meski dengan berat hati kucoba sedikit meninggalkan 369 shop ku yang telah menjadi hobby ku selama ini.

Mungkin pengakuan seseorang memiliki pekerjaan sekarang dianggap sangat berharga, pertanyaan nya adalah kalau kita semua berharap bisa bekerja ditempat orang atau diperusahaan maupun instansi pemerintah, siapa yang akan membuat lapangan pekerjaan ( "Barang siapa yang menolong kesusahan orang muslim, maka Allah ta'ala akan menolongnya dari kesusahan pada hari kiamat." HR. Bukhari ).

Apalah artinya itu, aku lebih menyukai menyandang titel PENGANGGURAN MENULIS MIMPI, berapapun besarnya income yang kudapatkan dan sehebat apapun 369shop nantinya.

Apapun aku, dan bagaimana pun nantinya tiada terlepas aku dari kehendakNya, aku bersyukur atas rejeki yang kuperoleh, aku bersyukur atas nikmat yang telah dilimpahkan, aku menerima atas segala cobaan, serta cacat fisik yang telah disematkan Nya pada ku, meski mimpi ku tiada batas namun aku bergantung pada kuasa Nya

"Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya". QS. Ath-Thalaq : 4