04 Mei 2009

Sebuah Pekerjaan & Titel Pengangguran

Satu tahun sudah diriku melewati hari dengan menyandang gelar Amd ( Ahli Madya ) jurusan Teknik Mesin Otomotif lulusan POLIBAN, tercatat sudah 3 kali pula aku berganti pekerjaan, namun sekarang aku memutuskan untuk kembali kuliah dengan mengambil jurusan ekonomi Akuntansi ( Ekstensi Ekonomi Unlam Banjarmasin ) dengan konsekuensi menjalaninya dari awal tapi dengan umur yang sudah tua, 22 tahun. Dari beberapa perusahaan yang pernah kujadikan sumber penghasilanku untuk sekedar menyambung hidup ( Sebelum 369shop berdiri, waktu itu aku masih mengelola Sm@rt COMPT dan LEMPO CO. ) beragam pengalaman kudapatkan, sehingga diriku mengetahui bahwa idealisme adalah sebuah tolak ukur kualitas prinsip seorang lelaki, dimana pada saat idealisme tentang kebenaran, kedispilinan dan kejujuran yang merujuk pada norma dan etika merupakan hal penting dan memiliki korelasi terhadap keimanan dan halal tidaknya rezeki yang kuperoleh.

Berangkat dari kegundahan hati dan beragam alasan tersebut aku mencoba untuk menerobos dunia kerja dan memilih hengkang serta memulai sebuah lembaran baru dengan membuka usaha kecil pribadi dimana aku bisa menjadi seorang manajer untuk diriku pribadi, meski aku harus mendapatkan titel PENGANGGURAN, aku sendiri tidak pernah merasa memiliki pekerjaan, akupun tidak ingin merasa pusing dengan ketakutan akan omongan para teman, para perempuan yang aku sukai bahkan para ibu dari semua mantan pacar yang menuntut seseorang yang mapan yang dinilai dari sebuah NIP atau PEGAWAI (PNS/SWASTA), atau sekedar pertanyaan mau diberi makan apa anak istri.

Aku merasa pengangguran dan aku senang akan hal itu, sehingga semua target serta rahasia masa depan yang sedang kurancang hanya aku dan Allah yang mengetahuinya, aku merasa bersyukur (“Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji QS. Luqman 31:12) berkat titel PENGANGGURAN MENULIS MIMPI yang kusandang aku memiliki semangat baru, semangat untuk kembali bekerja, meski kutahu 369shop ku kini sedang memerlukan perhatian, tapi kucoba untuk membagi waktuku dengan tujuan baruku, karena keberhasilan seorang wirausahawan mungkin hanya dinilai dengan kemewahan dan materi yang dimilikinya, akupun hingga saat ini tidak pernah merasa memiliki pekerjaan, 369shop ku yang pada awalnya hanya bergerak di bidang FASHION kini sudah mulai mencoba untuk menggeliat di bidang KULINER ( BATAGOR 369 ), semoga saja untuk selanjutnya akupun bisa mewujudkan cita-cita untuk menambah beberapa armada angkutan untuk kemudian membuka usaha pengiriman barang lewat darat melayani rute Kal-Sel dan Kal-Teng, karena selama ini karena keterbatasan armada yang ada hanya bisa disewakan pada para pemilik usaha pengiriman barang yang telah ada.

Pengangguran Menulis Mimpi, rangkaian kesibukan dan kegundahan yang menyelimutiku kini mulai mengusik otak ku dan menggerakkan hati untuk kembali mendapatkan titel Pegawai ( swasta / negeri menurutku tak ada bedanya ), sekarang kudapatkan lagi semangat ku untuk bekerja dengan perusahaan orang, meski dengan berat hati kucoba sedikit meninggalkan 369 shop ku yang telah menjadi hobby ku selama ini.

Mungkin pengakuan seseorang memiliki pekerjaan sekarang dianggap sangat berharga, pertanyaan nya adalah kalau kita semua berharap bisa bekerja ditempat orang atau diperusahaan maupun instansi pemerintah, siapa yang akan membuat lapangan pekerjaan ( "Barang siapa yang menolong kesusahan orang muslim, maka Allah ta'ala akan menolongnya dari kesusahan pada hari kiamat." HR. Bukhari ).

Apalah artinya itu, aku lebih menyukai menyandang titel PENGANGGURAN MENULIS MIMPI, berapapun besarnya income yang kudapatkan dan sehebat apapun 369shop nantinya.

Apapun aku, dan bagaimana pun nantinya tiada terlepas aku dari kehendakNya, aku bersyukur atas rejeki yang kuperoleh, aku bersyukur atas nikmat yang telah dilimpahkan, aku menerima atas segala cobaan, serta cacat fisik yang telah disematkan Nya pada ku, meski mimpi ku tiada batas namun aku bergantung pada kuasa Nya

"Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya". QS. Ath-Thalaq : 4

8 komentar:

  1. Pertamaxxxxxxxxxxx.........

    raja Aa' nih....

    sadang kawin hahaha

    BalasHapus
  2. Insya Allah ana kawin klo sudah di atas 25, tapi itupun kalo sudah punya mobil dan rumah mang......

    BalasHapus
  3. @Dillah
    Kaka dani mehadang suzan lulus

    BalasHapus
  4. nah kada nyaman nam mun Wawan Cemburu nah

    BalasHapus
  5. buatlah mimpi jadi kenyataan bos

    BalasHapus
  6. Buatlah cita-cita setinggi langit...

    BalasHapus
  7. :(
    tadi sayah dah nulis komentar.
    dan sekarang ilang..!!! :(

    huhuhu...

    BalasHapus
  8. jangan pernah berputus asa atas rahmatNya :)

    BalasHapus