19 Juni 2009

Egois Adalah Benar . . . ? ? ?




Berifkir bijak, selama masih kita menjunjung tinggi egoisme selama itu pula kita akan menutup mata dari segala hal yang sebenarnya berguna, merasa benar adalah faktor paling utama yang membuat manusia mementahkan segala argumen lain bahkan kadangkala bagi yang sudah teracuni oleh egoisme akan menganggap dan menilai orang yang menyanggah maupun berselisih dengannya akan selalu melakukan hal buruk.

Tentunya hal tersebut adalah sebuah kerugian besar, karena tidak selalu apa yang kelihatannya buruk itu akan selalu buruk, mata hati yang tertutup akan mempengaruhi cara pandang dan metode brfikir yang berujung pada suatu kebencian yang membabi-buta, selalu berfikir negatif, dan tak bisa menerima dengan akal sehat apa yang datang, nasehat atau teguran dan saran, mungkin dengan berfikir positif tentunya kita akan menemukan sejuta manfaat dari hal tersebut.

Sekarang adalah tinggal apakah pilihan kita, apakah kita ingin menjadi seseorang yang bisa menghargai orang lain, memiliki kedewasaan dan sikap positif, atau kita hanya akan jadi seorang manusia yang selalu sibuk untuk mempersalahkan orang lain, menutup mata dari kebenaran hakiki, menjauhkan diri dari perkembangan kepribadian yang bermanfaat.

Ditinjau dari aspek agama pun sebenarnya tidak ada pembenaran untuk menilai seseorang buruk terlalu awal, hal tersebut juga merupakan barometer keimanan seseorang dan kedewasaan seorang muslim yang memelihara persaudaraan, sesungguhnya Tuhan yang akan memelihara seseorang dari niat jahat orang lain, sealam kita beriman kepadaNya dan berserah diri, maka sesungguhnya bila kita berfikir logis, apa yang kita kenal baik dan dianggap baik disekitar kita belum tentu akan baik dibelakang kita, sebaliknya orang yang dianggap jahat karena sebuah perbedaan yang terjadi diantara keduanya malah akan membukakan pikiran kita dan membuat kita bisa mempertimbangkan suatu hal berangkat dari sebuah perbedaan.

Apapun yang selama ini telah dijalani dengan salah tak ada kata berlambat untuk memperbaikinya, namun lakukanlah segera perubahan itu, karena sesungguhnya keberadaan manusia di dunia ini tidak seamata-mata mengejar harta, pangkat, ketenaran, tapi ada yang lebih penting lagi, yaitu amal saleh yang harus kita kerjakan untuk mendapatkan kebahagiaan di akherat.

Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan, "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini." (QS. Al-Fajr, 89:23-24)


Terima Kasih untuk :
Sahabat ku :
Huda "Ronie", Blitar ( Temanku berbagi visi )

Bismar Baihaqi, Bjm ( Temanku yang setia )

Adik :

Annisa Shinta, Bjm ( Tempat belajar arti sebuah ketenaran )

Princess Suzann, Bjm-Bjb( Tempatku belajar memahami )


Maaf untuk kalian semua, selama ini aku belum bisa menjadi teman yang baik . . .



7 komentar:

  1. mm.. :masih merenungkan:

    BalasHapus
  2. yg penting brbuat yg terbaik,bos
    ok

    BalasHapus
  3. he..he..ho... ane bingung

    BalasHapus
  4. Semoga keluar dari lubang jarum..
    Terus Berjuang Dhan..

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus