Kilatan pedang dan suara denting baja beradu memecah keheningan belantara metro, dua "srikandi" itu belum juga selesai menuntaskan pertempuran disisi sang pemimpi yang takluk dan luruh bersama hijaunya daun petang itu. terburai sudah idealisme dan mimpi semu itu tertoreh tajamnya pedang srikandi berambut indah.
Disisi lain sang srikandi bermata laksana sunset diantara samudra itu menumpahkan asa yang meluncur bagai busur berkecepatan cahaya coba menghujamkan sedalam mungkin senjata pusaka nya....
Mereka saling menyerang mempertahankan gelora yang menderu, membelah atmosfir, membuat mata yang hadir disana terbelak tak pecaya, mimpikah itu?
7 menit setelah pedang tehunus itu menebas keras kulit mulus, keadilan pun luluh lantak tak bersisa, meski di sudut lain tampak membara api murka namun apalah daya srikandi jatuh terhuyung, namun tak jelas srikandi mana yang terhuyung...
Mereka berganti peran, dan mereka tak sadar siapa mereka, diantara merah putih dan diantara silau cahaya itu, srikandi lupa akan kebijaksanaan sikapnya sia-sia dan menghancurkan dirinya, ...
Sekelebat dan sepersekian detik entah itu siapa datang dan membentangkan laskar suci sang fajar. Terhempas kedua tubuh mulus itu ke arah berlawanan, hancur lebur sepanjang mata memandang keadaan sekitar. Ketika pahlawan kebijaksanaan itu datang bergemuruhlah alam dan mereka tersenyum bersama dalam damai yang tak bisa dimengerti oleh awam.
"Perang Petang Srikandi"
Disisi lain sang srikandi bermata laksana sunset diantara samudra itu menumpahkan asa yang meluncur bagai busur berkecepatan cahaya coba menghujamkan sedalam mungkin senjata pusaka nya....
Mereka saling menyerang mempertahankan gelora yang menderu, membelah atmosfir, membuat mata yang hadir disana terbelak tak pecaya, mimpikah itu?
7 menit setelah pedang tehunus itu menebas keras kulit mulus, keadilan pun luluh lantak tak bersisa, meski di sudut lain tampak membara api murka namun apalah daya srikandi jatuh terhuyung, namun tak jelas srikandi mana yang terhuyung...
Mereka berganti peran, dan mereka tak sadar siapa mereka, diantara merah putih dan diantara silau cahaya itu, srikandi lupa akan kebijaksanaan sikapnya sia-sia dan menghancurkan dirinya, ...
Sekelebat dan sepersekian detik entah itu siapa datang dan membentangkan laskar suci sang fajar. Terhempas kedua tubuh mulus itu ke arah berlawanan, hancur lebur sepanjang mata memandang keadaan sekitar. Ketika pahlawan kebijaksanaan itu datang bergemuruhlah alam dan mereka tersenyum bersama dalam damai yang tak bisa dimengerti oleh awam.
"Perang Petang Srikandi"
huaaaaaaa.... aku suka hal hal terselubung seperti ini, nanti kujiplak.. :P heheh eh bukan, sumber inpirasi :P
BalasHapusbah iyaam aux kada bisa meinspirasi... belajar dari Pemula za dah.. Belajar SEO Para Pemula
BalasHapusseperti terbawa ke lokasi syuting waktu saya jadi aktor utama di Angling Dharma
BalasHapus