03 Oktober 2010

Menantang Angin

Dan Ketika Hembusannya Menerpa Kulit

Kutatap dia dengan sedikit rindu dan nestapa

Sejauh mana dia mampu pergi, sekeras itu kumenerjang


Kutantang kau untuk hancurkan aku, dengan angkara dan segenap kuasa

aku... Tak goyah, tak setetespun keringat ini menetes untuk mundur

bahkan meski kelam mu menusuk dan  meremukkan tulangku, menguliti harapan...

Aku Masih Tak Bergeming, menunggumu, Aku bukan seperti dedaunan kering yang kau terbangkan senja sore yang telah lalu

suara derumu bukanlah pekik keras di telingaku, kau hanyalah setitik kecil hitam di dalam dunia Putihku



"Terinspirasi dari para orang tua yang tak berhenti menyerah, untuk kebebasan... untuk kesejahteraan..."

3 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus