Sebuah kumpulan abjad dari keyboard usang si "Pengangguran Menulis Mimpi"
22 Januari 2009
Sibuk & Bingung
Sepertinya minggu ini saya sibuk sekali.. belum lagi beberapa urusan bisnis dan beberapa hal dalam kuliah belum terselesaikan.. Bingung saya.. Ternyata benar juga yang dibilang mas Harie.. Perlu asisten pribadi.. Tapi otomatis saya harus mengeluarkan uang untuk membayar gaji nya.. Padahal pacar bisa juga diberi kepercayaan untuk menghandle beberapa urusan bisnis seorang "Pengangguran Menulis Mimpi" seperti saya.. Tapi.. Ternyata saya tidak punya pacar lagi... Ouh... Punya solusi?
19 Januari 2009
Semangat Kayuh Baimbai
Satu tahun terakhir ini mungkin adalah masa tersulit dalam hidupku, beragam masalah, dilema dan berjuta beban kehidupan yang pelik dan berat bertubi – tubi menimpaku.
Tak ingin munafik , atak menyangkal bahwa sering sekali aku mengeluh atas keadaan ini, dan semua masalah tersebut, walaupun pada kenyataannya banyak hal yang harus disyukuri pula, hal yang terlihat kecil namun penuh dengan pelajaran berharga.
Saat hari berganti, sesaat setelah mata terbuka untuk menerawang indahnya dunia, di dalam pikiranku justru berlawanan, rasanya problema yang menimpaku tak henti – hetinya mengganggu alam pikirku, aku lemah, jatuh dan terpuruk, nelangsa dan tenggelam dalam kesedihan, mungkin itulah potret diriku di sudut ruang gelap salah satu sisi hidupku.
Satu hari, tak sengaja aku menemukan sesuatu yang memacu separuh semangat hidupku untuk terus menerobos rimba kehidupan dengan penuh ketegaran, hal berharga itu adalah “Kayuh Baimbai”, ketika saat itu di layar monitor terpampang profil singkat sebuah komunitas blogger di Kalimantan Selatan, aku menemukan tempat untuk belajar, belajar dari sebuah kebersamaan, belajar dari orang – orang yang luar biasa yang yang bisa menciptakan sebuah karya dari sebuah awal yang biasa – biasa. Belajar arti sebuah persahabatan yang lebih indah daripada segenggam egoisme dan idealisme semu.
Dengan penuh antusias aku mencoba untuk mendaftarkan diri disana, sepehuh hati aku berharap bisa mendaptakan sebuah situasi dimana aku akan terpacu untuk berfikir positif dan menciptakan solusi dari setiap masalah yang aku hadapi, akhirnya aku berhasil mendapatkan status sebagai anggota, walaupun hanya sebagai anggota baru yang belum muncul tulisannya pada website kayuh baimbai, namun bagiku itu adalah sebuah awal aku mendapatkan secercah cahaya yang kuharap bisa menuntun diri menjadi manusia yang lebih tegar dan berguna.
Minggu sore itu dikampus ada jadwal midtest Bahasa Inggris, hari itu aku berangkat dengan mengendarai “3307”, tapi sebenarnya hari itu juga ada sesuatu yang kuanggap sangat penting yang akan berlangsung nanti malam. Bertampat di Sky Rado milik Nirwana Group “Kayuh Baimbai” mengadakan Kopdar, dan itulah kopdar pertama yang kuhadiri. Dengan penuh siasat dan taktik aku mencoba mencari celah diantara rute lalu lintas, karena aku sadar “3307” bukanlah motor taat hukum atau peraturan lalu lintas, tak ada lampu belakang, headlamp mati dan tak ada spion juga tak dilengkapi spidometer belum lagi bentuknya yang tak umum menjadikannya semakin mencolok di muka umum.
Malam itu saat para deklarator sedang On Air, aku melihat sebuah suasana yang penuh dengan semangat persahabatan dan keceriaaan, dibalut sebuah atmosfir kebebasan. Beragam latar belakang dari para anggota yang menjadi sebuah nilai tambah dari teropong penilaianku dari komunitas ini. Malam itu aku tahu dan aku belajar segala sesuatu itu sangat beragam dan tergntung kita menyikapinya, terutama bermacam masalah yang dihadapi.
Hari demi hari kembali kulalui, namun kali ini dengan sebuah awal baru kucoba untuk menjalani hidup dengan lebih baik, meskipun begitu sebuah kenangan ingin kubawa selamanya aku memerlukan sebuah identitas yang menandai awal babak baru itu, kupilih “pengagguran Menulis Mimpi” untukku dan itulah aku.
Semangat “Kayuh Baimbai” selalu bisa menjadi inspirasi dan motivasi untukku agar tidak mudah menyerah. Kebanggaanku terhadap komunitas ini tak berhenti disitu saja. Saat aku mengetahui bahwa kami akan mengadakan acara “aruh blogger” semacan pesta blogger tingkat regional, aku tahu sebuah kebersamaan ini semakin mahal harganya, karena dengan ini komunitas ini telah berani berkarya dan menghargai apresiasi, menghimpun persatuan, banyak makna yang tersirat di balik candaan dan keseriusan “Kayuh Baimbai”.
Aku menyesal tak bisa menuangkan seluruh kekaguman dan kesanku pada “Kayuh Baimbai”, karena begitu banyaknya, namun satu hal pasti Kayuh Baimbai bersama Milis Flexinya yang kadang mengganggu tidur dan penuh kekonyolan ini adalah sebuah pemacu semangat untukku, untuk menjadi lebih baik dan lebih tegar, untuk berkarya, Semangat untuk menghargai sebuah kebersamaan dan persahabatan, semua ada di dalam “Kayuh Baimbai”, dan semangat itu adalah “Semangat Kayuh Baimbai”.
“Pengangguran Menulis Mimpi”
Tak ingin munafik , atak menyangkal bahwa sering sekali aku mengeluh atas keadaan ini, dan semua masalah tersebut, walaupun pada kenyataannya banyak hal yang harus disyukuri pula, hal yang terlihat kecil namun penuh dengan pelajaran berharga.
Saat hari berganti, sesaat setelah mata terbuka untuk menerawang indahnya dunia, di dalam pikiranku justru berlawanan, rasanya problema yang menimpaku tak henti – hetinya mengganggu alam pikirku, aku lemah, jatuh dan terpuruk, nelangsa dan tenggelam dalam kesedihan, mungkin itulah potret diriku di sudut ruang gelap salah satu sisi hidupku.
Satu hari, tak sengaja aku menemukan sesuatu yang memacu separuh semangat hidupku untuk terus menerobos rimba kehidupan dengan penuh ketegaran, hal berharga itu adalah “Kayuh Baimbai”, ketika saat itu di layar monitor terpampang profil singkat sebuah komunitas blogger di Kalimantan Selatan, aku menemukan tempat untuk belajar, belajar dari sebuah kebersamaan, belajar dari orang – orang yang luar biasa yang yang bisa menciptakan sebuah karya dari sebuah awal yang biasa – biasa. Belajar arti sebuah persahabatan yang lebih indah daripada segenggam egoisme dan idealisme semu.
Dengan penuh antusias aku mencoba untuk mendaftarkan diri disana, sepehuh hati aku berharap bisa mendaptakan sebuah situasi dimana aku akan terpacu untuk berfikir positif dan menciptakan solusi dari setiap masalah yang aku hadapi, akhirnya aku berhasil mendapatkan status sebagai anggota, walaupun hanya sebagai anggota baru yang belum muncul tulisannya pada website kayuh baimbai, namun bagiku itu adalah sebuah awal aku mendapatkan secercah cahaya yang kuharap bisa menuntun diri menjadi manusia yang lebih tegar dan berguna.
=
Minggu sore itu dikampus ada jadwal midtest Bahasa Inggris, hari itu aku berangkat dengan mengendarai “3307”, tapi sebenarnya hari itu juga ada sesuatu yang kuanggap sangat penting yang akan berlangsung nanti malam. Bertampat di Sky Rado milik Nirwana Group “Kayuh Baimbai” mengadakan Kopdar, dan itulah kopdar pertama yang kuhadiri. Dengan penuh siasat dan taktik aku mencoba mencari celah diantara rute lalu lintas, karena aku sadar “3307” bukanlah motor taat hukum atau peraturan lalu lintas, tak ada lampu belakang, headlamp mati dan tak ada spion juga tak dilengkapi spidometer belum lagi bentuknya yang tak umum menjadikannya semakin mencolok di muka umum.
Malam itu saat para deklarator sedang On Air, aku melihat sebuah suasana yang penuh dengan semangat persahabatan dan keceriaaan, dibalut sebuah atmosfir kebebasan. Beragam latar belakang dari para anggota yang menjadi sebuah nilai tambah dari teropong penilaianku dari komunitas ini. Malam itu aku tahu dan aku belajar segala sesuatu itu sangat beragam dan tergntung kita menyikapinya, terutama bermacam masalah yang dihadapi.
Hari demi hari kembali kulalui, namun kali ini dengan sebuah awal baru kucoba untuk menjalani hidup dengan lebih baik, meskipun begitu sebuah kenangan ingin kubawa selamanya aku memerlukan sebuah identitas yang menandai awal babak baru itu, kupilih “pengagguran Menulis Mimpi” untukku dan itulah aku.
Semangat “Kayuh Baimbai” selalu bisa menjadi inspirasi dan motivasi untukku agar tidak mudah menyerah. Kebanggaanku terhadap komunitas ini tak berhenti disitu saja. Saat aku mengetahui bahwa kami akan mengadakan acara “aruh blogger” semacan pesta blogger tingkat regional, aku tahu sebuah kebersamaan ini semakin mahal harganya, karena dengan ini komunitas ini telah berani berkarya dan menghargai apresiasi, menghimpun persatuan, banyak makna yang tersirat di balik candaan dan keseriusan “Kayuh Baimbai”.
Aku menyesal tak bisa menuangkan seluruh kekaguman dan kesanku pada “Kayuh Baimbai”, karena begitu banyaknya, namun satu hal pasti Kayuh Baimbai bersama Milis Flexinya yang kadang mengganggu tidur dan penuh kekonyolan ini adalah sebuah pemacu semangat untukku, untuk menjadi lebih baik dan lebih tegar, untuk berkarya, Semangat untuk menghargai sebuah kebersamaan dan persahabatan, semua ada di dalam “Kayuh Baimbai”, dan semangat itu adalah “Semangat Kayuh Baimbai”.
“Pengangguran Menulis Mimpi”
16 Januari 2009
Mehadang
Apa itu mehadang...dalam bahasa Indonesia adalah menunggu.. Sebenarnya banyak yang kita tunggu dalam hidup ini..
Tapi tahukah kau wahai saudara, apa yang sebenarnya tanpa kita tunggu sudah sangat dekat dengan kita..
Hal tersebut adalah kematian...
Siapkah kamu mati... Bahkan untuk sekarang?
Tapi tahukah kau wahai saudara, apa yang sebenarnya tanpa kita tunggu sudah sangat dekat dengan kita..
Hal tersebut adalah kematian...
Siapkah kamu mati... Bahkan untuk sekarang?
BBM, Turun, Biasa..?
15 januari 2009.. Menurut berbagai sumber.. Bbm turun lagi? Bagaimana kiranya tanggapan masyarakat kita?
Setelah semua sudah lelah memikirkan peliknya masalah ekonomi, tampaknya peristiwa ini tak terlalu dianggap penting lagi.. Mungkin hanya sebagian yang memikirkannya..
Terutama para pengecer yang beramai-ramai mengganti lagi plang harganya.. Atau bahkan para pemilik spbu yang pusing karena masih banyak stok bbm yang dibeli dengan harga lama.
Di lain tempat, turunnya bbm dianggap sebagai selimut politik menjelang pemilu.
Ya.. Semua berhak berpendapat. Meski saling ngotot dan tuding menuding..
Kenapa turunnya harga bbm yang sudah barang tentu akan mempengaruhi harga-harga lain ini seolah tidak terlalu berarti
Mungkin rakyat alias wong cilik sudah bosan dengan keadaan, entah salah siapa? Tapi yang lebih penting apa yang sudah terjadi mestinya kita perbaiki bersama.. Indonesia sejahtera adalah harapan semuanya..
Jadi apa salahnya kita memilih untuk memperbaiki bersama.. Berjuang keluar dari keterpurukan, dengan segala potensi yang ada.. Seperti kita merebut kemerdekaan dahulu.. Mungkin dengan momentum pesta demokrasi rakyat ini aku mencoba untuk berbagi harapan meski aku bukan presiden.
Dan.. Nasib Indonesia ada ditangan rakyatnya..bukan pemimpinnya..
Masihkah kita merasa memiliki bangsa ini...
Setelah semua sudah lelah memikirkan peliknya masalah ekonomi, tampaknya peristiwa ini tak terlalu dianggap penting lagi.. Mungkin hanya sebagian yang memikirkannya..
Terutama para pengecer yang beramai-ramai mengganti lagi plang harganya.. Atau bahkan para pemilik spbu yang pusing karena masih banyak stok bbm yang dibeli dengan harga lama.
Di lain tempat, turunnya bbm dianggap sebagai selimut politik menjelang pemilu.
Ya.. Semua berhak berpendapat. Meski saling ngotot dan tuding menuding..
Kenapa turunnya harga bbm yang sudah barang tentu akan mempengaruhi harga-harga lain ini seolah tidak terlalu berarti
Mungkin rakyat alias wong cilik sudah bosan dengan keadaan, entah salah siapa? Tapi yang lebih penting apa yang sudah terjadi mestinya kita perbaiki bersama.. Indonesia sejahtera adalah harapan semuanya..
Jadi apa salahnya kita memilih untuk memperbaiki bersama.. Berjuang keluar dari keterpurukan, dengan segala potensi yang ada.. Seperti kita merebut kemerdekaan dahulu.. Mungkin dengan momentum pesta demokrasi rakyat ini aku mencoba untuk berbagi harapan meski aku bukan presiden.
Dan.. Nasib Indonesia ada ditangan rakyatnya..bukan pemimpinnya..
Masihkah kita merasa memiliki bangsa ini...
13 Januari 2009
Mustafa Sang Pohon Kelapa
Di sebuah desa terpencil di pelosok Kalimantan Selatan, Mustafa bocah kecil dengan kenyataan hidup yang cukup berat mencoba menentang nasib mengarungi dilema. Sejak lahir Mustafa sudah ditinggal mati oleh ayahnya, hanya ada ibunya yang miskin, dan kini memperjuangkan kehidupan Mustafa yang sungguh pelik dan berteman dilema. Dalam tubuh kurus Mustafa terpatri sesuatu yang luar biasa , semangat untuk tetap hidup, Mustafa kecil sangat terobsesi oleh pohon kelapa, dia kagum akan manfaat yang bisa diberikan oleh sebatang pohon kelapa. Buahnya, airnya, daunnya, batangnya semuanya sungguh luar biasa dimata Mustafa, sehingga hal tersebut mempengaruhi filosofi hidupnya
“Aku ingin seperti pohon ini, berdiri tegak penuh wibawa dan manfaat” bathin Mustafa berujar tatkala matanya menatap dalam kepada pohon kelapa yang sering dipanjatnya itu. Semangatnya yang bagaikan akar serabut itu menjadi cambuk bagi Mustafa untuk memperoleh cita – citanya, sederhana saja keinginan bocah kelas 3 SD itu dirinya ingin menjadi pengusaha yang sukses agar bisa membahagiakan ibu tercitanya, Janda yang bekerja keras separuh nyawa untuk menghidupi dan mempertahankan ekonomi agar Mustafa bisa tetap sekolah.
Masih Banyak Mustafa lain diskitar kita .. .. .. Never give up Mustafa . . .
“Aku ingin seperti pohon ini, berdiri tegak penuh wibawa dan manfaat” bathin Mustafa berujar tatkala matanya menatap dalam kepada pohon kelapa yang sering dipanjatnya itu. Semangatnya yang bagaikan akar serabut itu menjadi cambuk bagi Mustafa untuk memperoleh cita – citanya, sederhana saja keinginan bocah kelas 3 SD itu dirinya ingin menjadi pengusaha yang sukses agar bisa membahagiakan ibu tercitanya, Janda yang bekerja keras separuh nyawa untuk menghidupi dan mempertahankan ekonomi agar Mustafa bisa tetap sekolah.
Masih Banyak Mustafa lain diskitar kita .. .. .. Never give up Mustafa . . .
10 Januari 2009
Ketika Tikus Lebih Perkasa Dari Kucing
Langka BBM Musibah ? Tradisi :?
Pagi itu seorang bapak tua tampak kepayahan sedang menuntun sepeda motor bututnya, bukan karena mogok karena motornya itu tidak dirawat, melainkan karena kehabisan bahan bakar . . . tidak berapa lama melintas beberapa bocah sekolah dasar dengan santai mengayuh sepeda mereka menuju sekolah sambil bercanda dengan beberapa temannya, terdengar seorang bocah menggumam . . . " pasti bensin lagi masalahnya" , lagi dan lagi itulah kenyataan yang menimpa bangsa ini, kenapa sepertinya sistem tidak bisa membereskan masalah ini, kembali terulang dan terus terulang, sepertinya tidak habisnya masalah yang satu ini, "kelangkaan".
Hampir di setiap spbu beberapa hari yang lalu selalu dipenuhi oleh antrian panjang kendaraan bermotor, "konsisten kon ngantri, celoteh Butet K.
semoga kejadian kelangkaan bbm kemarin adalah yang pertama dan terakhir di tahun 2009, tidak selalu rakyat harus dijadikan tumbal atas lemahnya kinerja pihak yang terkait, sudah sakit kok disakiti???
mestinya kepekaan mental para petinggi harus diasah, atau jangan - jangan belum pernah diasah, stop dilarang tersinggung pak, santai saja kalau benar.
jadi kesimpulannya apakah kepekaan itu sebuah keadaan yang biasa ( mungkin beberapa tahun kedepan akan jadi tradisi he he ) atau sebuah musibah, silahkan berpendapat dengan otak dan hati masing - masing >>
Hampir di setiap spbu beberapa hari yang lalu selalu dipenuhi oleh antrian panjang kendaraan bermotor, "konsisten kon ngantri, celoteh Butet K.
semoga kejadian kelangkaan bbm kemarin adalah yang pertama dan terakhir di tahun 2009, tidak selalu rakyat harus dijadikan tumbal atas lemahnya kinerja pihak yang terkait, sudah sakit kok disakiti???
mestinya kepekaan mental para petinggi harus diasah, atau jangan - jangan belum pernah diasah, stop dilarang tersinggung pak, santai saja kalau benar.
jadi kesimpulannya apakah kepekaan itu sebuah keadaan yang biasa ( mungkin beberapa tahun kedepan akan jadi tradisi he he ) atau sebuah musibah, silahkan berpendapat dengan otak dan hati masing - masing >>
05 Januari 2009
Aruh Blogger Pasti Ceria

Pasti ceria, aruh blogger 2009, kenapa ? karena ada beragam lomba, juga hal menarik yang dikemas dalam hajatan yang satu ini, yang pastinya kita semua berharap ini acara bakalan sukses, Amin, selamat juga nih buat bro Carbon selaku ketua PanLak nya . . .
Kenapa aku berpendapat kalo acara yang satu ini pasti ceria, disamping konten yang disuguhkan nantinya, baik secara online atau offline, banyak panitia dari kayuh baimbai yang gokil - gokil, pastinya bakalan "karing gigi" deh, jangan - jangan ntar para peserta jadi pada ga bisa konsen karena terpesona dengan bubuhan kayuh baimbai.
Daripada membayangkan yang tidak - tidak, kita liat pada kenyataannya aja, soalnya waktu rapat aja kita - kita pada ngakak melulu . . . nih liat

sudah percaya kan kalo aruh blogger itu ceria, buruan ikutan . . . dan dateng ntar pas gatheringnya . . . info di www.aruhblogger.com
Turut Berduka Cita
Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Bunda dari Bro ManSup. Maaf Telat coz' No.Flexi-ku belum masuk milis
Senyum Kakek Itu . . .
Tatapan teduhnya membuat hati teriris, rasanya tak ada lagi seberkas sinar harapan di matanya. Duduk bersandar dibawah tiang billboard yang diatasnya terpampang wajah seorang caleg.
Kakek itu sudah tak peduli hari ini hari apa, dan tanggal berapa. Dia hanya ingat tahun ini tahun 2009, puluhan tahun sudah kakinya setia mengayuh sepeda butut penuh karat itu untuk menjemput lembaran kertas penuh berita sarapan para bapak kaya, hanya harapan dan beberapa impian yang menjadi bahan bakar semangatnya untuk bertahan hidup menjajakan koran di perempatan jalan itu.
Baju lusuh dan dekil itulah yang menjadi seragamnya bekerja, bukan seragam coklat yang dibanggakan para pns, tanpa dasi, hanya topi penuh tambalan yang melindungi rambut peraknya dari sinar matahari . . Dia bukan keluargaku, dan tidak pula pernah menjadi temanku . . Tapi aku rindu melihat senyumnya ketika dia menghitung lembar-lembar uang ribuan penghasilannya.
Entah sampai kapan dia bertahan.. Entah berapa lama lagi fisiknya sanggup menopang beban hidup yang semakin berat.
Banjarmasin saksi nyata perjuanganmu wahai kakek penjual koran. Kau inspirasiku untuk maju dan mencari kehidupan layak, agar kiranya tak hanya sebatas doa saja kepedulianku . . Dan inilah kenyataan hidup
Kakek itu sudah tak peduli hari ini hari apa, dan tanggal berapa. Dia hanya ingat tahun ini tahun 2009, puluhan tahun sudah kakinya setia mengayuh sepeda butut penuh karat itu untuk menjemput lembaran kertas penuh berita sarapan para bapak kaya, hanya harapan dan beberapa impian yang menjadi bahan bakar semangatnya untuk bertahan hidup menjajakan koran di perempatan jalan itu.
Baju lusuh dan dekil itulah yang menjadi seragamnya bekerja, bukan seragam coklat yang dibanggakan para pns, tanpa dasi, hanya topi penuh tambalan yang melindungi rambut peraknya dari sinar matahari . . Dia bukan keluargaku, dan tidak pula pernah menjadi temanku . . Tapi aku rindu melihat senyumnya ketika dia menghitung lembar-lembar uang ribuan penghasilannya.
Entah sampai kapan dia bertahan.. Entah berapa lama lagi fisiknya sanggup menopang beban hidup yang semakin berat.
Banjarmasin saksi nyata perjuanganmu wahai kakek penjual koran. Kau inspirasiku untuk maju dan mencari kehidupan layak, agar kiranya tak hanya sebatas doa saja kepedulianku . . Dan inilah kenyataan hidup
02 Januari 2009
GAZA AKU MENANGIS UNTUKMU



Sungguh sebuah masalah besar, kebiadaban Israel, butakah mereka pada kenyataan bahwa anak kecil tak berdosa gugur karena serangan udara mereka, dimanakah letak nurani mereka, pernahkan terpikir tentang keadaan mencekam yang mereka ciptakan adalah bencana untuk kaum tak berdosa, aku memang bukan orang palestina, tapi aku juga saudara mereka, aku manusia, tak perduli apapun ras, suku, atau agama mereka, aku tetap sama, manusia, tapi Israel ? ? ? dimanakah mereka meninggalkan titel mereka sebagai manusia, masih layakkah mereka disebut manusia, dengan berjuta propaganda, kebiadaban berselimut alasan tak berlogika mereka ciptakan derita. . . Gila . . . terlalu gila, matipun rasanya aku mau untuk menebus penderitaan saudaraku, kau akan membayar mahal atas semua derita yang kau ciptakan Israel, bahkan tak cukup serangan udaramu, senjata kimia pun kau lancarkan . . . aku tak sanggup lagi menahan amarah ini . . aku marah, apa yang kulihat, aku rasakan, apa yang kudengar kuresapi . . . aku sedih dan aku menagis untuk mu Palestina Untuk mu Gaza . . . Allhu akbar . . . .
Langganan:
Komentar (Atom)
