
Masih teringat jelas, mobil Pick Up Daihatsu yang melintas di depan mataku tadi malam, seketika setelah bayangannya berlalu terdengar suara keras menggema membahana, gendang telingaku laksana pecah dibuatnya, suasana sekitar langsung terasa hening, tampak kobaran api dari separuh bagian mobil tersebut, sedang bagian bak belakang masih tampak utuh, termasuk barang bawaannya, aku takjub, tak pernah ku melihat kejadian seperti ini di depan mataku, sedang di otakku masih berfikir menganalisa, apa yang menyebabkan ledakan sedemikian hebat, jujur sebagai seorang lulusan Diploma Mesin aku tak dapat menerka sebabnya, sebelum menelitinya terlebih dahulu, seorang teman bergegas mendekati mobil tersebut mencoba mencari korban, namun seperti yang kami lihat sesaat setelah ledakan tersebut, bagian kabin depan tererlempar beberapa ratus meter ke angkasa seperti sebuah bola api besar kemudian jatuh entah dimana, aku bingung harus melakukan apa, aku tahu, gadis cantik yang tadi menyapaku sebelum mobil itu berlalu adalah seorang temanku, saati itu pula aku merasa tak bisa berdiri diatas kakiku, tak terdengar lagi hiruk pikuk disekitarku, warga sekitar dan para petugas penyelamat hanya bisa sibuk memadamkan sisa api yang menyala.
Aku tahu gadis cantik temanku itu pastilah tak memiliki lagi kesempatan untuk menikmati indahnya dunia, dia harus merelakan hidupnya direnggut oleh kecelakaan maut itu, aku tak sanggup untuk sekedar melirik jasadnya, tubuh putih mulus itu tak ada lagi, semuanya hitam legam, di sudut lain kulihat orang tuanya menangis lemah tak berdaya, tragis memang tapi inilah hidup, kapanpun dimanapun kita tak tahu kapan akan meninggal, terlihat beberapa teman lain sibuk saling bertanya tentang kejadian tersebut. Pikiranku melayang, masih membekas dalam pikiranku senyum manisnya, gadis yang sedikit lebih dulu lahir ke dunia dari pada aku itu kini terbujur kaku, tak ada lagi senyum manis diwajahnya yang cantik itu. Kurasakan mataku mulai basah, karena sebelumnya aku masih ingat sikapnya begitu manis ketika terlibat percakapan sebelum kami bertemu lagi malam itu.
Tersentak aku ketika seorang teman menyapa, bermaksud bertanya tentang kejadian tersebut, namun kali ini aku mendapati diriku berada di ruangan yang berbeda, kulihat acer belum dimatikan dan aku sadar ternyata kenyataan buruk yang baru saja terjadi hanya mimpi, mungkin karena sebelumnya kami terlibat percakapan via chat yang cukup panjang dengan teman gadisku itu, namun dalam benak ku menghantui apakah ini sebuah pertanda buruk, kulihat jam di 6120 ku menunjukan tengah malam, kuurungkan niat untuk menelponnya, karena tentu tidaklah lucu menelepon tengah malam hanya untuk mengkonfirmasi kabarnya sekarang.
SELASA, 02-06-2009
( Sebuah Kisah Nyata )
wehhh...aku kok jadi merinding gini
BalasHapus??? masih mencerna cerita..
BalasHapusdoh... ternyata mimpi.
BalasHapus* telp dia secepatnya, kan sudah siang ini *
Maafkan aku, tapi aku terpaksa harus mengatakan arti mimpimu kisanak ... "Bahwasanya dalam beberapa hari kedepan kau akan bertemu dan menemukan teman lama mu itu dirumah sakit ulin kamar 6C kelas anggrek ..." percayalah bahwa yg tdk terlihat itu sebenarnya nyata !!!
BalasHapusjadi mimpi dan nyata...
BalasHapushmmm.. menakutkan...
BalasHapusBeegh...mimpi sekalinya , hati2 mimpi bisa membuat kehancuran jiwa...
BalasHapusKasian ya...
BalasHapusbusyetttt tegang banar dah bacanya...ternyata semua itu mimpi kah...aduhhh...tapi keren iihhh...bikin pembaca jadi terpengaruh...wahh ada bakat jadi novelis ni...
BalasHapuskopi kopi tambah lagi kopinya
BalasHapusih eru banget mimpiya...
BalasHapussesegera mungkin tlp dy...
tanyakan keadaannya....
yg jelas aku penah bermimi seperti itu...
langsung aku tlp n ternyata dy bae2 aja...
moga aja ga ada kejadian yg aneh2 setelah mas mimpi seperti itu....amin...
terhnyut saya mas bacanya...
merinding semua nih :D...